Hey kawan, aku tidak mengerti bagaimana jalan pikiranmu saat itu, namun yang aku yakini bahwa saat ini pikiran ini selalu menempatkanmu menjadi prioritas pertama tentang semua apa pun yang telah engkau lewati dalam dunia ini.
mungkin engkau akan aneh dengan semua sikapku, yang terlalu berhati hati, dan terkesan lamban, yang engkau boleh percaya atau tidak, bahwa diriku sendiri tidak sabaran melihatku seperti ini. Ya, maafkanlah kawan. Aku membutuhkan sebuah konfirmasi tanpa teka teki, sebuah jawaban jelas ingin atau tidak, karena aku bukanlah orang yang mampu menafsirkan semua yang berada dalam hatimu saat kini dan nanti...
---
Meskipun aku mengerahkan semua kemampuan rahasiaku untuk melewati hal ini, namun aku tidak membiarkan semuanya berjalan begitu saja, semuanya pasti melewati alam pemikiran yang berlapis lapis, dan sebelum semuanya tersingkap dengan jelas, aku yakin, diri ini tidak akan mampu bergerak jelas dan tegas untuk segera mengakhiri semua permaian ini dan memulai sesuatu yang lebih sejati dan lebih serius dari semua ini, ya semua ini...
--
kawan, bila aku boleh berkata jujur, dan aku mampu untuk tidak malu mengatakannya padamu, maka, apa gunanya aku menahan selama ini untuk membuat semuanya berjalan seperti pertama kali?
pemikiran alam khayalku, adalah kita akan melewati semua itu nanti dengan hal yang sama sekali pertama bagi kita, dan aku yakin engkau akan sepemikiran denganku, dan semoga saja frekuensi kita akan tetap sama dalam melakukan semuanya nantinya... aku harap begitu...
-
cukuplah doa dan keyakinan ku pada Sang Pemegang Ruh ini
aku cukup untuk semua itu
aku percaya bahwa Yang Maha Pengasih sangat menyayangimu, kita, amiin...
Selamat Datang
di setiap tulisan, dan tanggal, serta jam waktu menulis, ada makna tersendiri di dalamnya, hanya orang tertentu dan orang yang peka bisa menangkap itu semua
yap, this is my world,
have a nice day "kawan"
Blog Archive
-
►
2014
(13)
- ► April 2014 (1)
- ► Maret 2014 (3)
- ► Februari 2014 (2)
- ► Januari 2014 (4)
-
►
2013
(24)
- ► Desember 2013 (3)
- ► November 2013 (6)
- ► Oktober 2013 (2)
- ► September 2013 (1)
- ► Agustus 2013 (2)
- ► April 2013 (2)
- ► Maret 2013 (1)
- ► Februari 2013 (2)
- ► Januari 2013 (3)
-
►
2012
(36)
- ► Desember 2012 (3)
- ► November 2012 (1)
- ► Oktober 2012 (3)
- ► April 2012 (1)
- ► Maret 2012 (1)
- ► Februari 2012 (1)
- ► Januari 2012 (1)
-
►
2011
(71)
- ► Desember 2011 (15)
- ► November 2011 (14)
- ► Oktober 2011 (16)
- ► September 2011 (16)
- ► Agustus 2011 (3)
- ► Maret 2011 (1)
- ► Januari 2011 (1)
-
►
2010
(7)
- ► November 2010 (2)
- ► Oktober 2010 (1)
- ► April 2010 (1)
- ► Maret 2010 (1)
- ► Januari 2010 (1)
-
►
2009
(13)
- ► Desember 2009 (1)
- ► November 2009 (1)
- ► Agustus 2009 (1)
- ► April 2009 (1)
- ► Maret 2009 (1)
- ► Februari 2009 (1)
- ► Januari 2009 (3)
-
►
2008
(6)
- ► Desember 2008 (2)
- ► November 2008 (3)
- ► Oktober 2008 (1)
Trafic Source
Alhamdulillah, rasanya sangat merindukan untuk menulis ini semua, meskipun hanya dengan dua jempol, kuakan tetap mencoba untuk menceritakan hatiku kepada dunia ini..
Urusan ini memang sangat rumit, atau kalau boleh mengambil kalimat lain adalah bisa jadi sengaja dibuat rumit. Entah karena kita yang tidak mampu yakin terhadap pilihan yang kita hadapi, atau kah dasar diri ini yang tidak mampu menangkap semua sinyal yang telah diberikan oleh pihak di luar sana? Entahlah..
Yang jelas hati ini masih mempunyai keyakinan murni seperti semua impian yang telah terukir sejak dulu lamanya..
- - -
Kadang, kisah baik nan indah tidaklah harus ditandai dengan pertemuan sesering pada umumnya, ini kisah khusus, dan hanya untuk orang orang yang berhati khusus, dan percayalah pertemuan ini akan selalu khusus, tidak seperti keumuman yang telah terjadi di dunia ini..
--
Apa yang ingin kutitipkan padamu adalah ini, tunggu, dan yakin,
Ya, itu.
Diri dan hati ini akan bekerjasama bersama otak yang dituntun oleh akal jernih untuk selalu memperbaiki semuanya, dan terus menerus menjadi manusia khalifah sebagai mana mestinya..
Bismillah.. Bi idznillah...
Bismillahi tawakkaltu 'alallah, laa haula walaa quwwata illa billahi al'aliyyi aladhzimi..
Amiiin...
kadang, di dunia ini kita sudah melakukan usaha yang kita rasa itu akan lah berhasil, namun bagaimanapun kita masih belum berhasil untuk itu
kadang, di dalam kehidupan ini kita sudah merencanakan sesuatu untuk itu, kita telah menyiapkan beberapa alasan untuk itu, namun semuanya tidak bisa mengalah kan Takdir Tuhan, kita masih juga belum bisa meyakinkan hati seseorang untuk menjadi apa yang diinginkan kita
entahlah, apa yang berada di pikirannya saat itu,
maksud hati ingin bertemu, sudah menyiapkan beberapa alasan , dan skenario, tapi sepertinya... entahlah...
apa maksud mu dari semua itu... setidaknya give me a reason, give me a sign that clear to me..
dan memang, hati adalah tempat ter misteri yang berada di dunia ini... ingin sekali dalam sejenak, dalam sepersekian detik memasuki hati itu, apa yang berada di sana, sejenak, ingin tahu... ada kah bayanganku di sana...
---
hmm...
memang sepertinya terlihat bodoh...
jika sudah konsen terhadap sesuatu, maka akan lupa semuanya, dan selalu berharap dan berusaha untuk membantu sebisa mungkin,
dia tak perlu tahu, membutuhkan waktu dan usaha untuk melakukan perjalanan pulang hanya demi mencari suatu buku usang yang sepertinya bisa menjawab keraguannya...
setelah menemukan buku itu, terbayang lah semua skenario pertemuan yang indah, yang akan terjadi nanti, wakakka
tapi semuanya hanya hayalan kawan !!!
entahlah... sudah ga ada mood untuk membawa dan meminjamkan padanya [saat ini]...
ingin sekali membencinya, tapi sepertinya itu bertentangan dengan hati ini,,, entahlah,,,,
--
kita lihat saja bagaimana Tuhan mengatur skenario untuk kita
kadang rencana dari manusia hanya memberikan dan memikirkan keuntungan sebuah pihak saja, tapi ya itulah manusia...
-
Wassalaamu Alaikum Warohmatullah wabarokatuh...
.
entahlah...
di saat semuanya sendiri,,,
dan semuanya sepi
pasti pikirian ini menjelajahi semua skenario dan khayalan yang sungguh sungguh menganehkan...
sangat menganehkan sehingga dia menjadi sangat sama sekali meruwetkan...
dan disaat otak itu telah mencapai titik puncaknya... yang terjadi hanyalah kehampaan...
otak itu tidak mampu lagi berpikir
terlalu banyak fakta yang bertolak belakang dengan semua khayalan yang terpikirkan tadinya
terlalu banyak hal hal yang sangat sama sekali tidak mendukung untuk mewujudkan suatu khayalan itu menjadi nyata...
entahlah...
kepala ku pusing...
pusing sendiri...
berkata dan berdialog sendiri dengan hati ini...
pusing....
wahai otak,,, wahai hati,, kumohon,,, sejenak berhenti lah berbicara dalam diri ku
aku ingin mendengar suara hatiku sendiri..
ya,, sendiri...
terima kasih...