Selamat Datang
di setiap tulisan, dan tanggal, serta jam waktu menulis, ada makna tersendiri di dalamnya, hanya orang tertentu dan orang yang peka bisa menangkap itu semua
yap, this is my world,
have a nice day "kawan"
Blog Archive
-
►
2014
(13)
- ► April 2014 (1)
- ► Maret 2014 (3)
- ► Februari 2014 (2)
- ► Januari 2014 (4)
-
►
2013
(24)
- ► Desember 2013 (3)
- ► November 2013 (6)
- ► Oktober 2013 (2)
- ► September 2013 (1)
- ► Agustus 2013 (2)
- ► April 2013 (2)
- ► Maret 2013 (1)
- ► Februari 2013 (2)
- ► Januari 2013 (3)
-
►
2012
(36)
- ► Desember 2012 (3)
- ► November 2012 (1)
- ► Oktober 2012 (3)
- ► April 2012 (1)
- ► Maret 2012 (1)
- ► Februari 2012 (1)
- ► Januari 2012 (1)
-
►
2011
(71)
- ► Desember 2011 (15)
- ► November 2011 (14)
- ► Oktober 2011 (16)
- ► September 2011 (16)
- ► Agustus 2011 (3)
- ► Maret 2011 (1)
- ► Januari 2011 (1)
-
►
2010
(7)
- ► November 2010 (2)
- ► Oktober 2010 (1)
- ► April 2010 (1)
- ► Maret 2010 (1)
- ► Januari 2010 (1)
-
►
2009
(13)
- ► Desember 2009 (1)
- ► November 2009 (1)
- ► Agustus 2009 (1)
- ► April 2009 (1)
- ► Maret 2009 (1)
- ► Februari 2009 (1)
- ► Januari 2009 (3)
-
►
2008
(6)
- ► Desember 2008 (2)
- ► November 2008 (3)
- ► Oktober 2008 (1)
Trafic Source
kekuatan itu belum sepenuhnya kembali ataupun terbangkitkan secara alami
sulit untuk meninggalkan bahkan menghapusnya
sebuah masa depan yang diharapkan baik untuk terlakukan nantinya
Cinta merupakan konsekuensi serius dalam hidup ini
Semakin suasana di sekitarku semakin cepat, maka diri ini akan berusaha untuk lebih dan melebihi kecepatan itu
Ya Allah
Barrik Lanaa (wa Lahaa) Ya Allah . . . .
sebenarnya saya sangat iri melihat beberapa teman atau orang dengan nikmatnya bisa menghisap rokok dengan damai dan nyaman. Mereka mempunya sebuah sesuatu yang sepertinya itu sudah terikat baik tak terpisahkan. Mereka mempunyai beberapa teman dikala sepi, dikala senggang tiada beberapa makhluk yang lain di sekitarnya. Mereka dapat mengusir kebosanan dengan kebiasaan itu, mereka dapat menyelingi beberapa kegiatan santai dengannya. Sangat iri sekali.
Melihat mereka menghisap asap campuran tembakau dan cengkeh di saat mengetik, disaat menonton video, bahkan di saat kumpul kumpul ngopi bareng. Entahlah sepertinya tidak nampak hal kosong dalam kegiatan mereka. Pernah beberapa teman menanyakan mengapa saya tidak memilih jalan untuk merokok bersama mereka, mereka heran dengan pendirian hati ini tentang itu semua, mereka juga pernah bertanya 'bagaimana engkau tahan berjam jam di depan layar komputer hanya dengan ditemani air putih?' wakaka... entahlah, saya sebagai pemilih tubuh, otak, dan hati ini hanyalah tertawa mendengarnya.
Saya tidak benci dengan asap rokok, justru disaat sedang berkumpul saya secara sengaja dengan sembunyi-sembunyi menghirup asap rokok yang mereka hembuskan untuk kemudian dinikmati. Namun kesukaan saya hanya sampai batas itu, tidak lebih, dan memang merasa tidak ingin lebih. Justru saya sangat aneh dengan beberapa teman yang sangatlah anti dengan asap rokok, hingga menggerakkan tangan tangan mereka untuk mengusir beberapa asap rokok disekitarnya, mereka mungkin tidak sadar bahwa hal itu secara tidak sengaja telah menyakiti sedikit hati mereka yang menghisap rokok.
Awal mula mengapa saya memilih jalan untuk tidak merokok adalah eksperimen saya waktu kecil dahulu, seingat saya sekitas SDan. Keluarga umumnya merokok semua, dan itu sudah hal biasa. Nah saat itu saya ingin mengetahui bagaimana sih rasanya rokok itu. Kemudian dengan diam diam saya pun mencoba untuk menyulut beberapa rokok, kemudian menghisapnya, kemudian menghembuskannya keluar. Tidak terasa beberapa hal yang aneh ataupun nyaman seingat saya. Kemudian saya berkesimpulan atas eksperimen itu begini 'hmm... rokok itu kan cuman ngisap asap, kemudian dikeluarin, permainan yang tidak berguna (pikir saya waktu itu) hmm... mungkin rokook ini hanyalah beberapa permainan orang dewasa saja ya' wehehe... Jadi di usia semuda itu saya sudah menganggap remeh tentang rokok itu, merokok tak lebih hanyalah suatu permainan yang dimainkan orang dewasa saat itu. wehehe... setelah dewasa kini saya memahami bagaimana cara merokok yang baik dan benar untuk mendapatkan sesuatu kenikmatan, tapi tetap saja hati ini masih belum ingin untuk menjadikannya sebuah sesuatu yang mengikat.
Ya, saya benci untuk terikat. Saya benci untuk terikat oleh sesuatu yang membelenggu, dan mengekang hak bebas diri ini untuk bergerak dalam kehidupan. Saya hanyalah ingin berteman dengan semuanya, tapi mereka tidak dapat mengikat diri ini, bahkan hati ini. Saya juga tak ingin terikat dengan makhluk yang bernama rokok. Saya mencintaimu wahai rokok, wahai tembakau, wahai cengkeh, wahai kertas manis, wahai filter, Saya mencintaimu seluruhnya... namun jangan harap saya akan memberikan seluruh bagian hati ini menjadi milikmu, saya mencintaimu namun tak ingin terikat denganmu kawan.
Begitupun juga denagnmu wahai dunia. Aku sangat mencintaimu, mencintaimu sangat. Namun jangan harap sekalipun untuk dapat memiliku dengan hak penuh. Aku sudah menjadi milik Suatu Dzat Yang Memang Mempunyai Hak Untuk Memiliki. Tak ada lagi bagian dari tubuh, diri, dan hati ini yang akan aku persembahkan untuk kau miliki wahai dunia... Maafkan aku.. Aku tak ingin terikat dengan mu, aku tak ingin terikat dengan sesuatu apapun kecuali hanya pada...
CINTA.
Cinta hakiki...
Menarik ya, melihat beberapa gadis muda berjilbab dengan kisaran umur smp-sma terlihat berjalan dengan beberapa temannya dengan senyum yang malu malu jika berjalan di depan kerumunan cowok cowok, alami sekali. Senyum nya itu terlihat alami, natural, malu malu dengan sebenarnya malu yang sungguh manis.
Senyum mereka itu adalah senyum kejujuran terhadap apa yang mereka alami. Mereka terlihat masih suci, dan belum tersentuh oleh semua pemikiran dan sistem yang sangat bobrok dalam kehidupan dunia ini. Mereka mungkin masih belum mengerti arti dari semua kebohongan dalam dunia ini. Semoga saja mereka tidak lah mengerti tentang betapa buruk dan hancurnya sistem yang dunia ini terapkan sekarang. Mengerikan jika mereka sampai tahu itu semua.
Mereka tak perlu melihat hal hal mengerikan dan jauuh lebih mengerikan daripada yang mereka bayangkan saat ini. Dunia ini penuh dengan semua kehampaan, kepalsuan, kebohongan, dan semua hal hal buruk dan mengerikan lainnya yang sedang terjalankan. Mereka tak perlu tahu itu. Saya khawatir jika mereka telah sedikit mengenal dunia ini, nantinya senyum itu akan hilang, dan tergantikan dengan beberapa senyum palsu yang telah mereka baru pelajari.
Entahlah apa yang sedang terjadi dengan hedir, manusia yang telah sedikit mengerti bagaimana dunia kehidupan ini berjalan. Diri ini sudah tidak bisa lagi untuk jujur alami menatap kehidupan ini. Senyum ku yang seperti mereka itu telah hilang, entahlah bagaimana caranya untuk menciptakan senyum itu lagi, aku lupa bagaimana menggunakannya. Senyumku kini telah berubah mengikuti keadaan kehidupan yang terjadi. Senyum yang sebenarnya palsu untuk digunakan. Senyum dan tertawa yang digunakan untuk mengikuti keadaan yang sedang baik, keadaan yang sedang ceria. Entahlah, aku lupa bagaimana caranya memproduksi senyum alami yang mereka tontonkan padaku malam ini, aku lupa bagaimana rasanya itu.
---
Wahai dunia, saya akan beritahukan kepadamu tentang bagaimana manusia yang bernama hedir ini berjalan dan mengikuti bagaimana keadaanmu di setiap waktu. Beginilah hedir sebenarnya menurutnya, bukan orang lain, pandangan ini menurut akal dan pikirannya sekarang ini saat ini. Untuk lebih memudahkan pemberitahuan ini, saya akan membagi penjelasan tentang ini menjadi beberapa fase kehidupan seorang hedir. di setiap fase, dia selalu menggunakan konsep yang berbeda beda dalam menjalani kehidupan ini, dan yang pasti di setiap konsep yang sedang dia jalani terdapat beberapa konsep alami yang dia yakini saat itu.
Dulu kalau boleh saya gambarkan adalah disaat masih bersih bersih nya, hedir merupakan manusia yang sangat jujur dalam berkehidupan ini. Dia sangatlah boleh dikatakan masih hijau dalam urusan menata jiwa, jiwa malu nya sungguh khas dan sangat jujur untuk digambarkan. Dan, dalam fase ini, senyum hedir masih terlihat sangatlah jujur dan alami dengan malu malunya yang tergambarkan. Dan juga, dalam fase ini saya juga tidak mengerti mengapa hedir yang ini begitu panas jika sudah mendengar kata 'cinta'. Dia (hedir) saat itu tak pernah mengeluarkan kosa kata ini dalam setiap berkehidupannya, padahal dia sudah melaksanakan apa yang dinamakan jatuh cinta, namun dia masih enggan untuk mengeluarkan kata itu, kata yang sangat panas untuk didengar. Entahlah saya tidak tahu mengapa dia berpikiran seperti itu saat itu, namun saya yakin hedir saat itu mungkin masih memiliki pengetahuan tentang cinta hanya dari ilmu hayalan yang dia pikirkan setiap harinya, dia masih mendefiniskan arti cinta dengan sesuatu yang begitu panasnya, begitu sakralnya, begitu tabu nya. Oleh karena itu, kata yang terucapkan saat itu adalah rasa, dia jarang memakai kata 'cinta', dia merubah konsep itu dengan menggantinya dengan kata rasa. Hmm.. mungkin saya sedikit paham untuk soal ini. Ya, saya paham.. Dia (Hedir) saat itu masih memiliki sifat malu khas yang sangatlah kuat dan alami, dia takut untuk berurusan dengan yang namanya 'cinta'. Dia masih belum mengerti lebih jauh tentang konsep itu, karena itulah hatinya terasa panas saat mendengar kata itu, ya.. itu mungkin alasan yang tepat untuk fenomena itu saat itu.
Namun setelah melewati fase itu, dia kemudian mulai menapaki fase yang dinamakan perkenalan dengan cinta. Dalam fase ini, hedir mulai belajar apakah arti cinta antara 2 manusia yang sebenarnya. Dia mulai mencari beberapa konsep yang menurutnya pas untuk hidupnya, dia mencari ideologi ideologi yang cocok untuknya, lebih tepatnya cocok untuk permasalahannya saat itu. saat itu, dia sedikit melonggarkan pakem pakem malu dan takut nya yang telah terpupuk kuat secara alami. Dia mulai belajar bagaimana untuk mendekati dan lebih dekat dengan kata 'cinta' yang dia takuti selama ini. Dan lambat laun, ternyata hati nya sudah tidak merasakan hawa panas saat mendengar kata itu, lebih lebih saat mengeluarkan kosakata itu. Rasa panas itu telah tergantikan dengan perasaan sejuk damai walaupun hanya dalam sejenak. Sepertinya dalam fase ini, hedir telah mulai terbiasa dengan kata 'cinta' yang ia temukan sendiri konsepnya. Dia menemukan bahwa 'cinta' adalah sumber energi dari semua kreatifitas yang akan terjadi dan terciptakan dengan alur yang baik dan alami selama sumber cinta tersebut masih ada.
Setelah dia dalam sejenak memakai sumber cinta kepada makhluk yang sebenarnya adalah sementara sayangnya, kemudian dia mulai belajar bagaimana untuk mencari sumber Cinta yang kekal, yang sumber inspirasi tidak habis habis untuk diciptakan. Waktu dalam proses pencarian konsep baru ini merupakan bebarengan konsep cinta kedua diatas. Range waktu yang sama untuk mempelajari semuanya ini dengan seimbang dan menemukan konsep yang cocok untuknya dalam menjalani kehidupan yang dipandangnya saat itu adalah sangat mengerikannya.
Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan pada dunia tentang bagaimana hedir mencari dan meletakkan setiap perbuatannya terhadap beberapa konsep yang saat itu dan saat ini dia pahami dan yakini. Semuanya berbau relatif, tidak ada konsep yang salah, semuanya itu adalah proses dalam pencarian konsep sejati dalam mengarungi kehidupan yang semakin membingungkan ini.
--
Untuk kesekian kalinya, saya buka kembali rumah ini dengan beberapa pilihan yang sebenarnya membingungkan, entah untuk kedepannya bisa konsen untuk mengurus ini, ataupun masih tetap ingin menutup sejenak dari semuanya, yang jelas, jika Anda semua menemukan ini dan membaca ini, maka Anda akan sedikit mengerti bagaimana tata letak dan keadaan jiwa dan hati seorang manusia yang bernama Hedir Akhmad ini. Di setiap kata kata yang berada dalam rumah ini, terdapat beberapa misteri tentang bagaimana keadaan nya saat itu, sekali lagi saya ucapkan untuk semuanya dalam dunia ini, di blog ini, Anda akan diajak untuk berpikir sejenak tentang kebingungan kehidupan, dan segala yang terjadi di dalamnya. di
setiap tulisan, dan tanggal, serta jam waktu menulis, ada makna
tersendiri di dalamnya, hanya orang tertentu dan orang yang peka bisa
menangkap itu semua
Welcome... yap, this is my world,
have a nice day "kawan"
Bismillah..
Hingga detik ini, sepertinya ada 3 hal dalam dunia ini yang dapat membuat hedir merasakan kebahagiaan ketenangan kedamaian meskipun dalam sejenak.
Kebahagiaan pertama adalah di saat makan. Sepertinya terdapat hal yang menarik dalam melaksanakan itu, selalu memikirkan kapan waktu makan, dan menikmati setiap rasa yang termakan di saat itu. Sudah kebiasaan sejak SMA dulu waktu mondok di Jombang, urusan makan adalah urusan yang sangat esensial, sebuah moment yang sangat bahagia saat menjalankannya. entahlah, sepertinya terdapat kesenangan batin yang sangat khusus saat makan, entah itu sarapan, makan siang, ataupun makan malam.. bahagiaa sekali...
Hal kedua adalah di saat mandi, sepertinya mendapatkan sebuah kesegaran yang unik saat merasakan aliran air yang menuruni kulit dari atas ke bawah, aliran itu alami sekali, lembut, dan membuat otak menjadi sangat rileks. Di saat suasana se kalut apapun pastilah semuanya akan terlupakan dalam sejenak saat mandi mengalirkan air dari ujung tangan diatas kepala hingga ke ujung jari kaki dibawah.
Hal ketiga yang dirasakan hedir bahagia saat menjalaninya adalah di saat dalam majelis ilmu yang ia senangi. Entahlah ini merupakan suatu keanehan yang berada dalam diri ini sejak dulu. Hedir sangat senang saat mengaji kitab dulu di pondok pesantren, sepertinya terdapat kesenangan murni dalam keingin tahuan terhadap sesuatu yang selalu menjadi tanda tanya dalam benak hati, sepertinya hanyalah majelis ilmu yang selalu memberikan suatu pemahaman baru, pemahaman unik tentang beberapa persoalan yang muncul dalam hidup ini. Meskipun kadang tidak memberikan suatu jawaban pasti, tetapi seperti memberikan suatu siraman kesejukan kepada batin yang selalu haus terhadap sesuatu.
---
Ya Allah berkati hamba dalam mencari beberapa ilmu-Mu yang banyak bertebaran di alam ini...
Bismillah...
mulai saat ini, insyaAllah hedir akan memulai untuk membuka sebuah pintu yang sepertinya sudah lama dibiarkan tertutup karena sebuah alasan.
tidak ada alasan khusus, hanyalah sebuah metode atau cara untuk menyampaikan semua konsep dalam otak ini agar dapat diterima oleh lebih banyak orang, tentang kehidupan ini, tentang hati ini, tentang pikiran ini, tentang semuanya yang telah terlakukan dan terpikirkan di dalam dunia ini... dan kemudian berharap Allah akan membukakan sebuah pintu ilmu yang lain untuk dapat disampaikan dan tertuliskan dengan baik
----
sekarang saya sedikit mengerti bagaimana rasanya Imam Ghozali dahulu kala saat menulis berbagai kitab tentang ilmu pengetahuan yang diketahuinya... Beliau menulisnya karena hati nya telah terbuka, dibuka oleh cinta kepada Allah... dan dengan cinta itu beliau menuliskan semuanya menjadi berbagai kitab kitab yang banyak kita jumpai hingga kini... Maka dari itu, sebenarnya dulu saya tidak habis pikir, bagaimana beliau bisa menuliskan semua kitab kitab itu dengan lepas, menuliskan hingga seribu kurang satu judul kitab dengan berbagai disiplin ilmu -subhanallah- , dengan gaya tulisan yang mengalir adanya seperti aliran sungai yang sumbernya tak pernah habis. Ouuh,... ternyata... sumber itu adalah Cinta kepada Allah.. Subhanallah..
sama seperti blog ini, dalam dunia tulis menulis, memang membutuhkan sebuah sumber yang dapat memberikan inspirasi ilmu yang akan dituliskannya.. Cinta kepada makhluk saja, dapat membuat seorang hedir menuliskan sebanyak 62 postingan yang mengalir begitu nya.. ajaib,, cinta memang memberikan sebuah keajaiban yang unik bagi pelakunya...
itu hanya cinta kepada makhluk, bagaimana dengan Cinta kepada Rosulullah SAW, dan bagaimana cinta kepada Allah ??
tak henti henti nya hati ini bersyukur, untuk semua yang telah terjadi dan terlakukan.. alhamdulillah.. terima kasih telah datang dalam kehidupanku yang sepi ini... purple..
--
Ya Allah, Ya Robbi...
maafkan hamba-Mu ini Ya Robb.. hamba masih belum bisa untuk menemukan jalan-Mu, jalan menuju Cinta-Mu...
hamba masih terlalu ingin tahu bagaimana cinta itu sebenarnya... hamba masih tertarik dengan dunia ini Ya Robb, ampuni hamba... masih banyak yang belum hamba ketahui tentang kehidupan ini Ya Robb...
Ya Allah..
ampuni hamba yang terlalu lama dan ingin masih bermain main dengan cinta dalam kehidupan dunia ini,
mungkin hanya satu pintaku Ya Allah.. tolong, jangan lupakan hamba...
tuntunlah hamba dalam mengarungi kehidupan ini Ya Allah.. tuntunlah dengan memberikan pengertian hati yang bijak, yang baik, yang selamat...
Ya Allah Ya Robbi... Solawat dan Salam selalu hamba curahkan untuk nya baginda Ya Rosulullah.. Sollallohu alaihi wasallam...
walhamdulillahi rabbil alaamiin...
